40

1176 Kata

Hari ini, Denis merasa cemas sekali. Entah kenapa, ia begitu gelisah. Sejak bangun pagi, lalu sarapan dan saat ini sedang berada di perjalanan menuju Kantor. Denis masih dirundung dalam kecemasan. Ada rasa yang tak biasa melingkupi hati dan pikirannya. Mobil yang ia tumpangi sudah sampai di Kantor. Denis turun di depan lobi kantor dan masuk ke dalam kantor. Semua orang mnyapa dan menunduk dnegan sikap hormat. Siapa yang tidak kenal dengan Denis, sang pewaris tunggal dar seluruh kekayaan Kakek Mahendra. Apalagi, desas desus kalau Denis akan menikah. Smeua orang seperti berlomba ingin mendekati Denis juga. Padahal, calon istri Denis sudah ada. "Selamat pagi, Pak ..." sapa seorang sekertaris yang memang sudah menunggu Denis sejak tadi. Pagi -pagi sekali, sang sekertaris mendapatkan kaba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN