Denis sudah mengambil berkas yang ada di ruang informasi. Kakek Mahendra menyuruhnya mengambil malam ini juga karena itu berkas yang sangat penting. Denis sudah berbali. Padahal baru hitungan menit dan berharap ia melihat wanita yang sempat berpapasan tadi dengannya. Walaupun sang wanita tak melihatnya. Langkah Denis cepat menuju keluar dari gedung kantor itu. Ia benar -benar penasaran. Kedua matanya bergerak ke kanan dan ke kiri melihat dua sosok yang ia lihat tadi dan Denis lebih fokus melihat ke arah sang perempuan. Namun sial, gadis itu tidak ada. Entah kemana perginya kenapa cepat sekali. "Nayara ... Itu kamu kan? Kenapa kamu ada disini? Sh1t! Kenapa aku tidak melihat ke arah perutnya tadi," Batin Denis di dalam hati. Di depan gedung kantor itu pun juga sudah sepi dan sanagt suny

