"Iya ..." jawab Naya langsung melepaskan diri dari dekapan Denis. Naya bangkit terlebih dulu dari tempat tidur. Sedangkan Denis masih diam di bawah selimut. Ia sadar kalau tidak memakai apapun kecuali sleimut dan boxer saja. Teriakan Naya semalam sungguh sangat tiba -tiba sekali dan membuat Denis tak sempat menarika pakaian yang ia sampirkan di kursi. Ia terlalu khawatir dengan keadaan Nayara. Satu yang ia pikirkan. Nyawa Nayara itu ada dua walaupun tubuhnya hanay ada satu. Nayara bergegas ke kamar mandi untuk menghilangkan rasa gugupnya. Sedangkan Denis segera loncat dari ranjang Naya dan segera berlari dari kamar Nayara menuju kamar pribadinya yang letaknya bersebelahan. Denis menutup pintu kamar tidurnay dan bersandar dibelakang pintu. Napasnya benar -benar terengah -terengah sekal

