Denis juga sudah disibukkan dengan pekerjaan di Kantor. Pikirannya yang dulu terus memprioritaskan Nayara pun semakin meluap memudar. Bukan lupa, hanya saja ia terlalu sibuk dan Nayara sedikit tersisihkan. Tapi, malam ini, Denis merindukan Nayara dan bayinya. Ia mengkhawatirkan keadaan sang istri yang usdah ia tinggalkan karena sebuah mimpi. Ya, malam ini, Denis mimpi buruk. Unuk pertama ainya ia tidur dan bemimpi. Apa mungkin ia trelalu lama tidur karena lelah hingga mimpi itu menghampirinya. Tapi, mimpi itu seperti nyata sekali. Denis agak ketakutan. Di dalam mimpi itu, Nayara berteriak sangat keras sekali sambil membawa bayinya belari jauh. Denis mengejar dengan kencang dan tidak pernah bisa mneggapai Nayara dan bayinya. Denis terbangun dan membuka matanya sambil terengah -engah. M

