“Ayo berangkat Clara!” Seru Lucas. Pria itu seperti biasa tanpa basa basi menggandeng tangan Clara dan membawanya melangkah bersama. “Ingat jangan berlarian, loncat - loncat atau naik turun tangga dulu! Biarkan kaki mu beristirahat kurang lebih satu minggu. Dan nanti aku akan menjemput mu! Kita akan makan malam di luar.” Jeda sejenak, Lucas merapatkan genggaman tangannya, “Sebelum ke luar negeri, aku ingin menghabiskan waktu bersama mu.” > > > > Dia sangat bersyukur, amat sangat bersyukur bahwa akhirnya semua berjalan dengan baik. Bahwa akhirnya segalanya telah menjadi tenang. Andrew sudah mengetahui semuanya, dan pria yang memiliki hati yang baik itu bisa menerima semuanya dengan lapang, bahkan Andrew tak merasa benci pada Lucas. Clara menghela nafas, tersenyum penuh s

