Entah Lucas tadi bicara apa saja pada managernya, tetapi yang jelas Clara diharuskan pulang dan tak diperbolehkan lembur hari ini. Dan saat ini wanita itu sudah duduk di dalam mobil Lucas sembari memegang sekotak paket yang masih tertutup rapat. Entah kenapa atmosfer di dalam mobil itu menjadi terasa menyesakkan. “Dari siapa itu?” Tanya Lucas. Nada suara lelaki itu terdengar jengkel. “Dari teman ku.” “Buka!” Perintah Lucas tiba - tiba. Pria itu tampak tak suka ada sebuah kado yang mendarat untuk gadis itu. Kening Clara mengernyit heran. Sebenarnya dia ingin menolak tetapi pria itu saat ini memberi sorot tajam seolah akan memakannya hidup - hidup dan pada akhirnya Clara membuka kiriman dari Koala hitam. Dia membuka kado itu hati - hati seakan tak ingin merobek kotak kardus itu, lalu k

