Rasanya seperti melayang. Sentuhan - sentuhan yang Lucas berikan ini membuat sarafnya seolah dialiri oleh getaran aneh yang menggelenyar menuju ke seluruh tubuhnya. Membuat Clara merinding, tergelitik, panas, dan pikirannya terasa kosong seolah ada kabut - kabut aneh yang menyumpal di dalam otaknya. Dia seperti dihipnotis. Sampai - sampai Clara mencoba menggigit bibirnya kuat berusaha tetap menjaga kewaras’annya, terlebih ketika Lucas mulai menyesap lehernya, salah satu tempat saraf sensitif seseorang berada. Tangan Clara semakin erat mencengkeram sisi pakaian Lucas ketika bibir laki - laki itu mulai merambat turun, lalu jemari Lucas melepas dua kancing teratas piyama Clara membuat lenguhan gadis itu dibarengi oleh kerjapan panik. “Clara, mau kah kau b*ercita denganku?” Mata Clara yang

