Dia sudah membaik, badannya pun juga sudah segar dan wangi setelah mandi. Clara ingin pulang, namun pria menyebalkan yang menjadi tuan rumah tidak mengijinkannya pergi dan mati - matian mencegahnya mengangkat kaki keluar dari pintu apartemennya. Lucas berkata bahwa Clara harus membalas kebaikannya dengan menjaga laki - laki itu sementara waktu di sini. ‘Hell, memangnya dia anak kecil?’ Dengkus Clara dalam hati saat Lucas sudah memagari pintu keluar apartemennya dengan tubuh tingginya. “Lucas, apa kau tidak ada pekerjaan?” Tanya Clara setengah jengkel. Ini bukan hari libur dan waktupun sudah menunjukkan pukul delapan pagi, lelaki itu seharusnya pergi bekerja bukan? “Ada, banyak.” Jawab Lucas dengan raut wajah santai. Clara mengangkat sebelah alisnya, “Kalau begitu pergilah bekerja dan

