“Makan yang banyak, Nak Davka,” ujar Ibu sembari meletakkan lauk terakhir di atas meja makan. Lauk itu adalah orek tempe sekaligus sambal kentang andalan Ibu. “Iya, Bu. Pasti nanti saya habis banyak.” Sejak mengabari kalau malam ini aku akan menginap, Ibu sudah antusias sekali. Aku sudah bilang Ibu tidak perlu repot, tetapi tetap saja beliau masak besar. Saat ini setidaknya ada enam jenis lauk pauk yang tersaji di atas meja makan. “Aku enggak disuruh makan banyak juga, to, Bu?” “Heleh! Kamu enggak Ibu suruh pun, pasti bakal makan banyak. Kamu pasti kangen masakan Ibu, kan, Ra?” Aku nyengir. “Banget, Bu. Aslinya aku udah minta nginep dari kemarin, tapi Mas Davka sibuk. Jadi ya baru kesampaian hari ini.” “Terus besok langsung mau lanjut menginap di rumah Papa sama Mamamu?” “Iya,

