Begitu pintu unit tertutup, Della masih saja terpaku. Fadell kembali merangkulnya hangat, memicu refleks Della untuk memandangnya. “Yuk aku bantu bersih-bersih.” “Fadell....” “Aku akan pulang setelah memastikan kamu tidur dengan nyaman.” Della diam saja, mengikuti langkah Fadell yang menuntunnya ke kamar, berlanjut masuk ke kamar mandi. Di depan cermin, Fadell mengangkat rambut Della tinggi, menjepitnya dengan sebuah jepitan rambut yang selalu Della letakkan di pinggir wastafel. “Sayang?” tegur Fadell. “Apa?” “Aku selalu ingin melakukan ini.” “Melakukan apa?” “Mmm, makeup kamu langsung dicuci pakai sabun?” Della mengerutkan kening, menatap Fadell penuh tanda tanya. “Pasrah aja dong sayang. Aku beneran pengen banget ngelakuin ini,” ujarnya manja. Della akhirnya terke