Hari H akhirnya terjadi hari ini. Dinda tampak sangat cantik dengan dress putih nanti mahal yang ia kenakan. Di sisiNya ada Irish yang senantiasa berada di sampingnya, memegang salah satu tangannya untuk membantu menetralisir rasa gugup yang tengah di landa sahabatnya tersebut. "Gue gugup, sumpah. " Ucap Dinda dengan ke dua tangannya yang bergetar, bahkan salah satu tangannya yang membawa sebuket bunga pun ikut bergetar hingga bunga tersebut hendak jatuh. Untung saja ada sosok Al yang dengan sigap menangkap bunga tersebut agar tak jatuh. "Gini amat lo, dulu pas kamu mau ijab kabul sama aku gini juga?" Tanya Al pada Irish. Istrinya tersebut menggeleng pelan, kala itu ia juga gugup. Tapi tidak separah Dinda. "Kalau malam pertama gimana? Kok gue jadi mikirin ke arah itu, ya? " Tanya Dinda
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


