** Delphine datang ke kantor dengan langkah percaya diri. Ia mendekati meja Malik, menyerahkan dokumen. “Sarapan?” tanyanya ringan. Namun yang menjawab bukan Malik. Elmira muncul dari balik pintu, mengambil dokumen dari tangan Delphine sebelum Malik sempat menjangkaunya. “Terima kasih, tapi mulai sekarang saya yang akan urus semua keperluan pribadi Tuan Malik,” ucapnya dengan senyum dingin. “Termasuk urusan sarapan.” Delphine terdiam sejenak, lalu tersenyum kecil. “Baik. Tapi kau tahu, Mira… tidak semua yang terlihat milikmu, benar-benar untukmu.” Elmira membalas dengan lirih, “Dan tidak semua yang kau tinggalkan, bisa kau rebut kembali.” Delphine pergi tanpa berkata apa-apa lagi. Malik memandangi Elmira dengan campuran rasa bersalah dan kagum. Ia belum pernah melihat Elmira sekua

