Bab 11

1087 Kata

Liana meronta di pelukannya, matanya liar, napasnya seperti orang kesurupan. Namun Virion menggenggam kedua tangannya dengan kuat, menahan seluruh kekuatan itu. "Cukup!" suaranya kali ini meledak, menggelegar, membelah ketegangan ruangan. Liana terdiam. Tersentak. Ia berhenti melawan. Balok kayu itu jatuh dari tangannya, menggelinding perlahan di lantai yang berlumuran darah. Suara hantamannya yang pelan justru menggema begitu jelas dalam keheningan setelahnya. Liana mulai terisak tanpa suara. Bahunya bergetar. Tatapannya kosong, seolah jiwanya tersedot kembali ke masa lalu yang selama ini dia kubur dalam. Virion melepaskan pelukannya perlahan, lalu memegang bahunya dengan kedua tangan. "Apa yang sebenarnya dia tahu tentangmu?" tanyanya pelan namun tajam, menatap langsung ke matanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN