"Jika hari ini harus tersesat dan kehilangan. Semoga besok aku dimudahkan untuk menemukan." ----- "Kak ... bangun," pinta Alinna dengan berbisik. Tangan wanita itu mengenggam erat pergelangan tangan milik Rayhan. "Betah banget tidurnya. Kakak nggak kangen sama aku, apa?" tanyanya dengan sendu. Setelah Rayhan dipindahkan ke ruang perawatan, Alinna tampak setia menemani pria itu sedari tadi malam hingga pagi ini. Bahkan, ketika kedua orang tua Rayhan memintanya untuk pulang agar beristirahat, Alinna malah menolak. Ia berkilah tidak ingin sedetik pun melewatkan waktu menunggu Rayhan bangun dari tidurnya. "Kak ... " panggil Alinna sekali lagi. "Buruan bangun. Jangan pura-pura tidur mulu." Di belakang wanita itu, tampak Eliza dan Rumi yang duduk dengan raut wajah sendu. Sedih sekali rasany

