Cinta itu seperti perang; mudah memulainya, sulit mengakhirinya. – Ann Brashares ******** Hanya sesaat saja, karena gerakan itu segera berhenti. Kafi masih menanti, jika Fara membuka mata dan menyapa dirinya. Tapi, tidak ada gerakan lagi. Kafi mengurungkan niatnya untuk pergi, dan berbalik lagi mendekat ke arah Fara. “Hmmm ... kamu merespon ? apa kamu marah karena aku menciummu ?” tanya Kafi yang hanya dibalas kebisuan. “Maafkan aku, bukan maksudku untuk benar-benar menciummu. Aku hanya ingin tahu reaksimu jika aku melakukan itu. Jadi, cepatlah bangun, marahi dan pukullah aku, karena apa yang aku lakukan. Besok, aku tidak bisa janji untuk datang, tapi akan aku usahakan,” ucap Kafi lalu akhirnya pergi meninggalkan Fara. Begitu pintu tertutup, Fara membuka mata. Kafi malajukan kendar