Hello, Cinta 49

1550 Kata

"Sayang, jangan gini dong." Mail meraih Atha untuk di peluknya. Namun Atha berontak enggan dipeluk. Sudah satu Minggu lamanya Atha masih bersikap seperti ini. Mail tahu bagaimana kehilangan seseorang. Tidak menyangka jika anak yang mereka tunggu nyatanya harus kembali pada pangkuannya sang mahakuasa. Putranya, meninggalkan kedua orang tuanya yang mengharapkannya hadir. Atha tidak berhenti menangis menyalakan dirinya karena tidak bisa menjaga sang anak. "Sayang tolong yah." "Pergi!" "Nggak. Gua nggak bakalan pergi!" "Gua bilang pergi." "Nggak!" "TINGGALIN GUA SENDIRI b******k!" Atha berteriak membuat Mail menatap tajam istrinya. Meraih bahu Atha lalu meremasnya kuat membuat istrinya meringis. Wajah Atha memucat saat melihat tatapan Mail yang mengeras. "Mau sampai kapan?" t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN