Suara bel membuat Atha terusik. Dia mengerjap, lalu membuka matanya. Tangannya meraba ke samping dan Mail masih tertidur. Meringis, Atha bangkit dari tidurnya mengusap perutnya yang sudah menginjak 5 bulan. Perlahan turun dari ranjang lalu melangkah keluar kamar. Atha mendesah, semenjak rumahnya di renovasi Atha harus naik turun tangga. Benar-benar merepotkan. Sudah Atha katakan pada Mail untuk tidak membuat rumah dua lantai. Nyatanya suaminya itu tidak mendengarkan. Rumah yang dulu paling mungil di antara banyaknya rumah sekarang terlihat sangat mewah dan besar. Dulu rumah Atha tidak memiliki garasi sekarang ada beberapa mobil berjejer. Mail bukan hanya membeli rumah yang berada di belakang namun kanan kirinya pun dia beli. Sebenarnya rumah di kanan sudah ada pemiliknya namun entah kena

