73. Petunjuk

1663 Kata

Zayn terus mengamati wajah Irene, wajah teduh yang masih terlelap itu nampak semakin cantik. Perlahan tangan Zayn terulur untuk menyingkirkan anak rambut yang terburai. Tak peduli sesering apapun dia melihat wajah itu, Zayn tak akan pernah merasa bosan. Bulu mata lentik Irene bergerak seiring gadis itu membuka mata. Mengucek matanya perlahan, menyesuaikan cahaya yang terasa menyilaukan. "Apa aku mengganggu tidurmu?" Tanya Zayn, suaranya yang serak terdengar seksi. "Tidak! Aku merasa sudah tidur untuk waktu yang lama, lagi pula sudah siang sekarang. Memang kau tidak lapar?" Irene hendak bangkit, tapi kalah cepat karena Zayn sudah lebih dulu mengurungnya dalam sebuah pelukan. "Mau ke mana?" "Mau mandi." "Ikut," rengek Zayn. "Memang yang semalam itu masih kurang?" Zayn memang sempat m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN