Lia berjalan menuju kelasnya yang berada di ujung koridor lantai dua. jantungnya serasa ingin lepas dari dadanya saat ini. "Duh ... Kenceng banget sih ini detakan. Baik -baik dong jantung, gak usah deg -degan gini. Gak enak tahu, bikin sesek aja," ucap Lia pada dirinya sendiri di dlaam hati sambil tangan kanannya memegang bagian dadanya. "Woyyy ... Ngelamun aja! Lo tuh gak di kelas, di kantin, di jalan begini seringnya ngelamun," sapa Denis mengangetkan Lia yang sedang berjalan sendiri. "Uhhh ... Denis, ngagetin aja," ucap Lia singkat. "Ke kantin yuk? Gue traktir," tawar Denis pada Lia. Denis adalah ketua kelas di kelas Lia. Beberapa hari ini, Denis memang terlihat gencar sedang mendekati Lia. Setahu Denis, Lia itu jomblo dan tidak memiliki teman spesial laki -laki. "Gak ah," jawab

