Radit sengaja menghalangi Lia yang ingin pergi dari sana sambil menyipitkan kedua matanya. Kepala Radit sengaja di miringkan sambil tersenyum penuh arti untuk menggoda sang kekasih. Melihat Radit yang sednag ingin menggodanya, Lia berpura -pura melotot dan menatap tak suka ke arah Radit. "Awas!! Lia mau ke kelas, keburu bel masuk," ucap Lia dengan wajah serius dan melotot tajam. Radit tetap tersenyum dan menunjukkna pipi kanannya dengan telunjuk kepada Lia. "Apa?" tanya Lia ketus dengan cepat. "Ini. Pajak lewat dong," ucap Radit terkekeh. "Itu apa? Minta di cubit?" tanya Lia serius. "Masa cowok sekeren ini, di bilang minta cubit pipi," ucap Radit memelas. "Kan cubitan gemas," ucap Lia tertawa sambil menjulurkan lidahnya ke arah Radit. "Hemmm ... Nyubitnya pake bibir, baru di setuj

