Radit mengangguk kecil ke arah Arga, mantan dosennya juga. "Betul sekali Pak Arga. Saya Radit, pernah menjadi anak didik Bapak," ucap radit dengan jujur dan sangat sopan. "Ohh. ... Iya saya kayak pernah lihat tapi dimana? ternyata benar anak didik saya. Bukannya kamu itu ... Rey, dia kan keponakan kamu?" ucap Arga setengah berbisik di dekat telinga Rey yang tentunya Radit masih bisa mendengarnya. Arga menyenggol lengan Rey yang masih mendidih tubuhnya. Tanganny makin erat terkepal saat melihat Lia duduk di dekat Radit. Bayangan Lia, putrinya susah seperti Clara yang ada di sana. Napas Rey memburu dan tatapannya begi tajam nyalang ke arah Radit. "Buat apa kamu ke rumah ini!!" suara Rey yang berat tredengar begitu lantang dan menggema. "Bukankah saya mendapat undangan untuk ke rumah in

