Lio masih menggandeng tangan Lia saat berdiri tepat di depan ruang sidang. Ruangan itu nampak sepi dari luar. Entah di dalam sudah ada orang atau belum. Baik Lia maupun Lio juga tidak pernah tahu, seperti apa proses yang dilakukan di ruang sidang. "Ini ruang sidangnya? Ada orang gak sih? Ntar malah di jebak lagi. Kamu tunggu disini, Lia. Biar Kakak lihat ke dalam," titah Lio mendekati pintu masuk ruang sidang dan membukanya lalu melongok ke dalam. Ruangan itu masih nampak sepi dan hawa dingin terasa menerpa wajah Lio. Sedikit serem memang, seperti suasana di gudang, Ruangannya cukup luas, ada panggung dan podium serta kursi meja dan kursi panjang. Mirip seperti ruang sidang pada umumnya saja. "Gimana Kak? Ada siapa?" tanya Lia mulai penasaran. Lio menoleh ke belakang menatap Lia dan men

