194

1076 Kata

"Selamat sore Om Rey. Silahkan duduk. Makanan sedang di pesan," sapa Radit dengan sopan dan lembut. Baru saja akan berteriak keras, Clara, Sang istri sudah menghampiri Rey dan meminta untuk di antarkan ke lantai bawah karena ingin ke toilet. tangan Clara menyentuh bagian perut Rey yang sedikit buncit dan mengusap pelan membuat Rey menoleh ke arah istrinya. "Anterin Clara pipis yuk, Pah," cicit Clara manja. Tanpa ada penolakan, Rey langsung mengangguk dan menggandeng tangan Clara. Untung saja, pawangnya gerak cepat, kalau tidak pasti ada sedikit cek cok yang membuat pengunjung lain tidak nyaman. "Pah," panggil Clara saat berjalan menuju arah toilet. "Ya," jawab Rey singkat. "Ada Ayah dan Bunda. Jangan emosian ya," cicit Clara menasehati membuat Rey menatap Clara dengan tatapan aneh.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN