Nanda menatap tajam ke arah Vero dan menangkup erat rahang Vero sambil memutar kedua bola matanya untuk melihat apakah ada orang lain di sana selain mereka. Takutnya ada orang lain yang mendengar ucapan Vero baru saja. "Jaga mulut kamu, Ver!!" ucap Nanda dengan suara tinggi dan sinis. "Kamu harus tanggung jawab, Nda!!" ucap Vero tak kalah galak. "Kenapa jadi gue yang kena batunya? Lo lupa, lo tidur sama siapa saja?" bisik Nanda mengingatkan. Nanda melepaskan cengkeramannya pada Vero dan bergegas naik ke atas motornya lalu melajukan motornya dengan kencang meninggalkan Vero si halaman parkir sekolah sendirian. Vero menatap nanar ke arah Nanda yang pergi begitu saja. Dirinya dan hidupnya sudah hancur. Tak hanya itu saja, masa depannya ikut pecah harapannya karena aib kehamilannya ini.

