228

1317 Kata

Saat di luar masih ramai tentang mati lampu. Tangan Lia malah mnegalung ke leher Radit seperti memberikan kode keras, bahwa tak masalah juga kalau mati lampu. Radit tetap pada posisi semula berada di atas tubuh mungil Lia. Keris saktinya yang sempat sedikit melayu karena konsentrasi Radit sedikit buyar mendengar keramaian di luar tapi kini keris itu bagai mendapat daya baterai yang tinggimenjadi super kuat. "Biarkan saja ramai di depan, Kak," ucap Lia lirih. Radit menatap wajah Lia dengan samar karena memang sangat gelap sekali dan minim pencahayaan. Sinar lampu jalan yang ada di jalan sering menyorot ke dalam kamar Lia pun ikut mati total. "Sudah di kunci kan, kamarnya?" tanya Lia lembut sambil perlahan menarik kepala Radit. Kali ini Lia yang terlihat lebih agresif. Bagaimana tidak, Li

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN