168

1447 Kata

Kini gantian Radit yang diam terpaku menyadari kecerobohannya. "Ekhemmm ... Waktu itu kamu pernah cerita sama Kakak dan menyebutkan nama Papah Rey," tulis Radit dengan jawaban berbohong. Radit harus tetap tenang dan tidak gugup. Untung saja ini haanya lewat chat, jadi Lia tidak tahu bagaimana mimik wajah Radit yang sebenarnya. "Ohh iya kah? Lia malah lupa. Jadi Kak Radit bisa kan besok sore ke rumah Lia. Papah datang sore sih, gimana Kak Radit aja, mau agak maleman juga gak apa- apa," tulis Lia berharap Radit bisa membantunya agar Rey tak lagi berprasangka buruk dengan yang namanya Radit. Rey itu sebenarnya tak serius ingin bertemu Radit, karena Rey memang tidak peduli. Tapi karena Rey penasaran dengan sosok makhluk bernama Radit, Rey harus tegas meminta Lia untuk membawa teman yanng be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN