225

1338 Kata

Ketiga lelaki itu saling memandang satu sama lain dan saling memberi kode, jangan sampai kejadian memalukan seperti tadi tejadi dan terulang lagi. Sungguh konyol tingkah mereka di depan Radit seperti tak punya harga diri karena ingin mengetahui apakah Radit sudah berhasil menaklukan Lia atau belum. Ketiga lelaki tua itu berjalan merayap bagai spiderman di dinding sambil mengedarkan pandangannya agar situasi tetap aman terkendali tak ada yang mengetahui tingkah absurd mereka. Kaki -kaki panjang itu berjingkat di lantai tanpa menimbulkan suara sambil memasang telinga mereka denagn tajam agar bisa mendengar hingga menembus ke dalam kamar Lia. "Sudah dengar belum?" tanya Opa David yang serius menempelkan telinganya di dinding kamar Lia. "Suara apa? Tenang sepertinya," ucap Ayah Radit tak ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN