bab 72

1052 Kata

Maira memutuskan untuk menunggu Jihan di lobi. Meski tidak tau kapan wanita itu akan kembali turun. Maira harus bicara dengannya, Maira harus menuntut penjelasan. Dua jam berlalu dengan begitu lama, tapi Jihan tidak kunjung terlihat. Sampai kapan dia harus menunggu, bahkan Yuna dan Belinda sudah pulang dari sekolah. "Tolong bawa Yuna ke atas." Pinta Maira. "Baik, Mom." Balas Belinda. Jangan tanya bagaimana ekspresi Yuna saat ini, wajahnya masam karena kesal. "Mom ada urusan sebentar ya, nanti Mom belikan es krim." Bujuk Maira, tapi sayangnya Yuna tidak kunjung bergeming. "Mom belikan dua es krim, bagaimana?" Yuna menoleh. "Dua es krim dan satu mie instan." Yuna mengajukan negosiasi. Maira menghela, "Begini saja, bagaimana kalau satu es, satu mie instan. Deal?" Yuna nampak b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN