Maira 75

1033 Kata

Devi terlihat semakin mendekati Yuna. Entah untuk kepentingan belajar atau bukan, tapi Maira merasakan wanita itu mengambil lebih banyak peran dibanding dirinya dan Maira mulai merasa tidak nyaman. Posisinya sebagai seorang ibu tentu saja merasa terancam, apalagi saat Yuna terlihat lebih senang saat bersama Devi. "Miss Devi nggak pernah larang," Kalimat yang selalu terlontar saat Maira melarang suatu hal pada Yuna. "Dia selalu bilang boleh," Lagi-lagi Yuna membandingkan ini dan itu dengan Devi. Awalnya Maira menganggap itu hal wajar mengingat Devi bukan ibu kandungnya dan Devi belum merasakan bagaimana memiliki anak secara langsung. Bukan anak didik apalagi anak sambung. Devi tidak tau bagaimana rasanya saat anak sakit, menangis atau celaka. Dunia rasanya runtuh. Saat ini mungkin Devi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN