Adrian meregangkan otot-otot kaku, tengkurap dengan sensasi dingin terasa dari punggung hingga leher. Masih tak mengenakan pakaian, membuka mata di pagi hari. Tersenyum senang melihat pakaian berserakan di lantai, semakin tersipu sendiri ketika ingatan kembali sempurna. Teringat pada Noi, ia berbalik. Namun, satu adegan aneh terpampang jelas. Wanita itu sudah duduk, membelakangi dirinya. Mengenakan kemeja putih yang Adrian kenakan semalam, ada bau asap. Merokok! “Bell?” sapa Adrian menarik selimut hingga menutup tubuh dalam posisi bersandar, lalu memperhatikan lebih saksama. Tak ada reaksi, siapa ini? Polisi muda tersebut memiliki firasat buruk. Kenapa perasaan tak nyaman sangat meresahkan di pagi hari? “Noi?” Meskipun tahu tak akan mendapat jawaban, ia tetap berupaya memanggil nama sa