Rehan langsung menarik Leona dengan kasar ke dalam kamar. Dia memegang erat bahu sang istri kemudian dia hempaskan ke ranjang. "Kenapa kamu masih menerima telepon dari Dia? Bukankah sudah kukatakan untuk tidak berhubungan dengan lelaki lain?" amuk Rehan. "Kak, aku tidak berbicara dengannya. Yang menerima teleponnya Rayyan, yang bicara juga Rayyan. Sumpah Kak, aku tidak bicara dengannya sama sekali. "Awas kamu kalau bohong!" Lelaki itu pun segera mencari sang putra. Emosinya sudah diubun-ubun. "Rayyan!" teriaknya. "I-iya Pa," jawab bocah kecil itu ketakutan. "Benar kamu yang menerima telepon dari Ryu?" tanyanya. "Be-benar Pa. Mami tidak bicara sama sekali dengan Om Ryu. Mami malah memberikan gawainya pada Iyan," jawab balita itu dengan jujur. Lelaki itu pun berniat mengambil gawai s

