"Papii, cepat sini!" teriak Mami Leona. Mendengar teriakan istrinya, Papi Leona tergopoh gopoh berlari ke ruang makan. "Ada apa sih Mi? Kenapa teriak teriak?" protes sang Papi. "Lihat ini!" teriak Mami sambil menyerahkan bekas bungkus ko*dom di tangannya. Mata Papi Leona pun terbelalak. "Astaghfirullah, milik siapa ini Mi?" tanya Papi Leona kebingungan. "Mami juga tidak tahu, Mami menemukannya di sela sela piring makan Leona yang Mami bawa turun barusan," jawab sang Mami. Kedua orang itu pun saling menatap satu sama lain. Di rumah ini, tidak ada seorang pun selain putrinya. "Apa mungkin Leona Pi?" tanya Mami curiga. Papi Leona juga berpikir demikian. Namun, mengingat kalau putrinya sedang sakit, dia pun membantahnya, "Kan Leona lagi sakit Mi, masak main begituan, badannya aja panas

