Chapter 53

1612 Kata

Setelah tertegun beberapa saat aku hanya bisa ternganga seraya menatap Mama, Uwa, Prili yang sedang sibuk. Si ganteng Patria yang sok sibuk pun segera menghentikan aktifitasnya dan berlalu memburuku dan sampai satu menit tubuhnya yang blepotan dengan terigu sudah nomplok di tubuhku. "Ada apa ini, Ma?" tanyaku seraya menatap Mama juga beberapa orang yang tak kukenali dan ikut sibuk membantu. Mama hanya sekilas menatapku sambil tersenyum tanpa memberikan jawaban apapun. Prili langsung berdiri menatapku sambil tertawa lebar tapi tanpa suara. Lalu dia membuka kedua tangannya lebar-lebar menunjukkan noda terigu yang hampir memenuhi baju dan rok hitamnya. Mama menarikku ke kamar lalu menjelaskan apa yang sedang terjadi di tengah rumah dan di halaman. Mama, Uwa, Prili dan dibantu dengan beber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN