Ethan berdiri menghadap kaca ruangannya dengan kedua tangan berada di saku celananya. Memandangi pemandangan kota Jakarta siang ini yang terlihat begitu cerah. Keningnya mengerut sembari mencoba untuk tidak menyesali keputusannya. Keputusan untuk menarik semua mata-mata dan pengawal yang ia tugaskan untuk menjaga Aleana. Sudah beberapa hari berlalu sejak ia mengambil keputusan itu dan ia masih tak bisa tenang saat memikirkannya. Hal itu Ethan lakukan karena pertengkarannya dengan Aleana tempo hari. Wanita itu benar, dengan ia menyuruh orang untuk mematai-matainya, itu sama saja kalau ia tak percaya padanya. Dan Ethan tak ingin lagi membuat Aleana merasa seperti itu lagi. Ia ingin istrinya tahu kalau ia sangat memercayainya. Tak berapa lama setelahnya, ponsel Ethan bergetar. Ia lalu mera

