“Alea,” panggil Marie membuat sang empunya nama berbalik. Aleana lantas mengulas senyum ketika melihat Marie yang tengah melangkah ke arahnya. “Apa kabar?” tanya Marie sembari memeluk Aleana. “Baik. Bagaimana denganmu?” tanya Aleana balik. “Sama sepertimu,” jawab Marie. “Kau bersama Ethan?” tanyanya. “Tidak. Ethan sedang rapat di kantor, jadi aku datang sendiri,” jawab Aleana. “Bersama sopir maksudmu?” goda Marie membuat Aleana terkekeh sembari mengangguk membenarkan. Ia memang datang ke galeri seni Marie dengan diantar oleh seorang sopir. Pasalnya, Ethan tak pernah membiarkannya menyetir sendiri apa lagi menggunakan kendaraan umum. Jadi, ke mana pun Aleana pergi, ia harus di antar oleh sopir pribadinya. “Oh, ya. Kenapa kau memanggilku datang ke sini?” tanya Aleana. “Ayo, ikut aku,

