Chapter 97

1373 Kata

Setelah Ethan pergi meninggalkannya, Aleana hanya duduk di tepi tempat tidur sembari memeluk kedua lututnya. Menumpukan dagunya di atas lutut dengan tatapan kosong yang mengarah ke lantai. Air mata di pipinya bahkan telah mengering dengan sendirinya. Aleana bahkan sudah berada dalam posisi itu selama berjam-jam tanpa beranjak sedikit pun. Tepatnya setelah Ethan pergi siang tadi. Ia merasa tak berdaya hanya untuk beranjak dari tempatnya. Tubuhnya terasa sangat kaku dan beku. Mengabaikan rasa lelah di sekujur tubuhnya. Ia pun tak tahu harus melakukan apa sekarang. Pikirannya kosong. Seakan waktu telah berhenti dan ia tak memiliki sesuatu lagi yang bisa ia lakukan. Aleana merasa sangat hampa, tapi juga remuk di waktu bersamaan. Aleana bisa merasa sakit di dadanya. Sakit yang teramat sakit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN