Kaki Delia melangkah ragu ketika memasuki sebuah gedung perusahaan yang menjulang tinggi. Matanya melirik ke sana ke sini, mengamati setiap karyawan yang berlalu-lalang dan tampak sangat sibuk. Hingga kaki Delia akhirnya berhenti di depan meja resepsionis. “Permisi,” sapa Delia yang membuat perhatian sang resepsionis teralihkan. “Ada yang bisa saya bantu, Dik?” tanya sang resepsionis ramah. “Apa saya bisa bertemu dengan Pak Ethan?” tanya Delia. “Maaf sebelumnya, apa adik sudah membuat janji dengan Pak Ethan?” tanya resepsionis tersebut. “Belum,” jawab Delia ragu. “Kalau begitu, Adik tidak bisa menemui Beliau sekarang. Adik harus mengikuti aturan dan membuat jadwal temu terlebih dahulu,” ujar sang resepsionis. “Tolong, aku tidak akan lama bertemu dengannya. Aku hanya ingin menyampaik

