Kaki Aleana melangkah menuruni tangga setelah mengintip kamar Greysia, di mana putrinya itu masih terlelap dengan nyenyak. Ia pun tak ingin mengganggu tidur sang putri yang masih tertidur. Pasalnya, ini masih jam 7 pagi. Ia akan membangunkan Greysia pukul 8 nanti. Saat ini, Aleana berniat membuat s**u di dapur untuk menghangatkan tenggorokannya yang terasa sedikit seret. Namun, belum sampai kakinya melangkah ke dapur, Aleana berhenti ketika melihat sesuatu yang mengganjal di depan pintu rumahnya. Kening Aleana lantas mengerut ketika melihat dua orang bertubuh besar dan tegap, serta bersetelan hitam berdiri tepat di kedua sisi pintu rumahnya. Tanpa basa-basi, Aleana langsung menghampiri kedua orang tersebut. “Siapa kalian?” tanya Aleana. Kedua pengawal kiriman Ethan yang berjaga di depa

