“Alea!” seru Ethan khawatir yang baru saja pulang bekerja dan melihat Aleana tengah menangis di dalam kamar. Tanpa menunggu lama, ia lantas segera menghampiri sang istri. Aleana baru saja keluar dari rumah sakit beberapa hari yang lalu, ia takut kalau terjadi sesuatu pada istrinya. “Alea, kenapa kau menangis?” tanya Ethan. “Apa ada yang sakit? Di mana yang sakit?” tanyanya sembari memeriksa tubuh sang istri. Aleana lantas menggeleng-gelengkan kepalanya atas pertanyaan Ethan. “Kalau tidak ada yang sakit, lalu kenapa kau menangis?” tanya Ethan dengan kening mengerut. “Alea, jangan membuatku takut.” “Aku ... aku ... aku hanya ... hiks ... aku masih tidak percaya kalau ... kalau aku hamil,” ucap Aleana di tengah isak tangisnya. Tangannya lalu terulur mengusap perutnya yang masih rata. Sem

