Di dalam ruang kerja persegi yang cukup luas dengan cahaya remang-remang dan hanya mengandalkan lampu meja, Lutfi duduk di kursi kebesarannya sembari mengetuk-ngetukkan jari-jarinya di meja dengan gugup. Sepasang matanya tak berhenti melirik ponsel yang berada di atas meja. Seolah tengah menunggu telepon dari seseorang. Dan untuk kesekian kalinya, Lutfi menghela napas berat. Sampai tak berapa lama kemudian, ponsel itu akhirnya berdering. Tanpa menunggu lama, Lutfi segera menjawab panggilan tersebut. “Bagaimana kondisinya sekarang?” tanya Lutfi tanpa basa-basi pada seseorang yang berada di seberang telepon. “Dia baik-baik saja,” jawab orang tersebut. “Syukurlah. Syukurlah dia baik-baik saja,” ucap Lutfi seraya menghela napas lega. “Kau tidak ingin bertanya tentang bayinya?” tanya oran

