Delia menatap foto yang terbingkai di atas mejanya. Ia lalu meraih foto tersebut kemudian mengusap wajah seorang wanita yang tengah tersenyum lebar di dalam foto tersebut. Dan wanita itu adalah kakak Delia yang telah meninggal beberapa tahun lalu akibat bunuh diri. Seulas senyum lantas terukir di wajah Delia yang bertepatan dengan air matanya yang menetes. Tangan Delia pun semakin gemetar mengusap foto sang kakak. “Kak. Sekarang Kakak bisa tenang di alam sana. Aku sudah membalaskan dendam Kakak pada wanita itu. Tugas Delia juga telah selesai,” lirih Delia menahan isak. “Kak. Aku sangat merindukanmu. Andai aku bisa melihatmu sekali lagi.” Bagi Delia, sang Kakak adalah Ibu kedua dalam hidupnya. Saat Mawardi sibuk bekerja untuk menghidupi anak-anaknya, sang Kakak-lah yang menemani di samp

