Tak berapa lama kemudian, pintu rumah Aleana terbuka lalu seseorang masuk ke dalam dan mengalihkan perhatian keduanya. Sontak, Aleana membulatkan mata melihat orang tersebut. “Riley!” seru Aleana. “Alea!” balas Riley kemudian langsung berlari ke arah Aleana lalu memeluk wanita itu. “I miss you so much,” gumamnya. “Aku juga merindukanmu,” ucap Aleana. “Bagaimana kabarmu?” tanyanya sembari mengurai pelukan mereka. “Kabarku sangat baik. Bagaimana denganmu?” tanya Riley. “Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja,” jawab Aleana. “Baguslah,” ucap Riley seraya tersenyum lebar. “Tapi, bukankah kau baru akan berangkat hari ini?” tanya Aleana dengan kening yang mengerti. “Ya, aku memang berangkat hari ini dari Singapura. Aku berada di sana selama lebih 2 minggu untuk melihat pasar seni mer

