Bab 19

834 Kata
Keira masih syok melihat perlakuan Gaharu pada Aleska. Gaharu yang Keira kenal selalu datar dan dingin. Tapi hari ini yang Keira lihat adalah Gaharu yang lembut penuh kasih sayang. "Al, kau pakai apa sampai Om Aru bisa begitu?" tanya Keira penasaran. "Tidak ada, kenapa kau bertanya seperti itu?" Keira tak langsung percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan Aleska. Dia menarik Aleska untuk kembali duduk. Aleska pasrah, Keira pasti akan bertanya macam macam kepadanya. "Katakan padaku, kenapa bisa Om Aru tiba tiba ada disini? Bukannya dia masih di Jepang?" Aleska menceritakan semuanya pada Keira kecuali dengan apa yang mereka lakukan berdua di ruang tadi. Keira ikut kesal mendengar Luke malah mengamuk disana. "Gila, memang tak ada malunya sama sekali itu mereka berdua. Untungnya semua sudah kau ambil. Ada yang tertinggal?" Aleska terlihat berpikir, mengingat apa saja yang pernah Asila dan Luke bawa tapi dia langsung menggeleng. "Tidak, sudah semua. Yang terpenting kan mobil sama apartemen. Lumayan kalau di jual buat modal toko lagi." Keira menggeleng, dia heran karena Aleska terlihat santai menghadapi semua itu. "Kau tak sakit hati?" tanya Keira ragu. Aleska sempat terdiam, lalu dia mengambil napas panjang dan menghembuskan nya cepat. "Bohong Kei, kalau tak sakit. Sama mereka sudah dua tahun lebih tapi aku di khianati langsung tanpa kompromi. Kalau aku bisa, aku sudah habisi mereka langsung. Sayangnya, masih sayang diri sendiri. Lebih baik aku menikmati hidupku lagi. Terlebih lamaran dengan Om Aru juga tak mungkin dibatalin. Sayang banget kan laki laki matang kayak Om Aru di lepasin? Tak menutup juga saingan ku bakal banyak. Tinggal Om Aru nya saja nanti bagaimana." Keira mengangguk mengerti, dia lalu memeluk sepupunya dengan erat. "Oh, aku ingat....." "Kau mau apa kesini? Mau ambil roti atau kue?" Keira menepuk pelan keningnya ketika mendengar pertanyaan Aleska. Dia baru ingat jika dia ingin mengajak Aleska mengambil gaun di butik. Gaun pesanan nya dan juga ibunya. "Aduh, hampir saja lupa. Diminta Ibu ambil pesanan gaun. Kau sibuk tidak?" Aleska menggeleng, dia lalu mengambil ponselnya mengetikkan sesuatu. Aleska ijin pada Gaharu hanya untuk berjaga jaga. Dia tak ingin ada sesuatu sebelum pernikahannya terlaksana. "Ijin dulu sama calon suami, takut di cariin." celetuk Aleska. Keira mencebikkan bibir bawahnya karena gemas dengan Aleska. "Tengil sekali sepupu satu ini, mentang mentang punya calon suami. Kapan aku juga punya calon suami, mau aku cubit cubit gemas." Aleska memijat keningnya yang berdenyut melihat kelakuan Keira. Bisa bisanya dia bicara seperti itu. "Terlihat jomblo sekali anda ya..... " Keira langsung terkikik, dia menarik tangan Aleska dan mengajaknya pergi. # Disisi lain, Luke sedang mengamuk. Dia dan Asila sudah mendapatkan rumah kontraknya yang baru dengan sisa uang mereka. "Sial, kenapa bisa ketahuan. Kalau begini kita tak bisa dapat uang dari Aleska." teriak Luke kesal. Asila pun masih tak menyangka jika Aleska ternyata tahu semua tentang perselingkuhan nya dengan Luke. Asila kira semua rahasianya akan aman. "Luke, tenanglah. Mungkin dia hanya marah pada kita. Biarkan dia berapa hari dulu, nanti kita pura pura minta maaf sama dia. Aku yakin dia hanya emosi sesaat. Lagi pula dia tak punya siapa siapa lagi. Dia pasti akan mencari kita nanti." Luke berhenti mengamuk, dia duduk dengan wajah yang kesal. Dia mencoba menenangkan dirinya sendiri saat ini. Semuanya di ambil, bahkan uangnya juga tersisa sedikit. "Kalau sampai Tuan Gaharu memecat ku juga, kita akan jatuh miskin lagi." Asila terdiam, tapi kemudian dia tersenyum licik. "Luke, kau tahu bukan jika Tuan Gaharu itu duda. Dia sudah lama berpisah, kau tahu bukan apa yang paling di sukai laki laki?" Luke langsung menoleh ke arah Asila, terlihat Asila membuka kancing baju atasnya. Terlihat dua benda bulat itu yang menyembul keluar. "Apa yang akan kau lakukan?" Asila meraih tangan Luke dan menaruhnya di benda bulat yang masih terbungkus kain itu lalu menggerakkan tangan Luke agar mau memberikan sesuatu yang dia maksud. "Menggodanya dengan ini Luke..... siapa yang tak mau jika di berikan benda nikmat seperti ini. Benar kan...... " Asila juga meraih tangan Luke yang satunya dan dibawa nya masuk ke dalam rok pendeknya. Luke tahu apa yang di inginkan Asila jika sudah begini. Tapi Luke sengaja membiarkan Asila melakukannya. Terlihat mata Asila mulai terpejam ketika tangan Luke yang berada di benda bulatnya bergerak dan mencengkeram nya. Sementara jari jari Luke yang menelusup masuk juga mulai bergerak. "Ahhh.... Luke..... uh.... aku akan menggoda Tuan Gaharu seperti ini. Kau mau bukan?" Suara Asila terputus putus ketika membicarakan rencananya. "Kau memang jalang Asila, dan sialnya aku menikmati tubuhmu!!" Luke yang sudah tergoda membuka semua pakaian nya juga pakaian Asila dengan kasar. Bahkan setiap jengkal tubuh Asila juga langsung di lahapnya. "Ah, ya benar Luke.... Aku memang jalan.... uh.... Luke..... ahhhh .... lebih dalam lagi ... Aku juga akan di nikmati Tuan Gaharu bukann....." "Yah .... sayang ... kau bisa menggodanya. Pastikan kau bawa pulang uang yang banyak....." "Uh.... Aleska pasti akan menyesal, dan aku akan pamer kepadanya kalau aku bisa dapatkan Tuan Gaharu... Oh.....Luke.....kau menikmatiku...." Luke dan Asila sama sama meracau di sela permainan mereka. "Aleska, aku akan membalasmu. Aku buat kau berlutut di depanku!" to be continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN