Seseorang memberikan sebotol air mineral tepat di depan wajahku, dan begitu aku mendongkak, Juna sudah berdiri di depanku, senyum hangat yang selalu terpancar di wajahnya membuatku sedikit merasa tenang. Karena senyum itu menular, akhirnya aku mengikutinya tersenyum, meski hatiku masih terasa kebas dan mati rasa. "Minum dulu, kebanyakan nangis nanti kamu dehidrasi." Ia kembali mengacungkan tangannya yang masih memegang botol air mineral. Aku segera meraihnya, meski tidak langsung ku minum. "Elea sudah jauh lebih baik, karena ia sekarang ditangani orang yang tepat. Lagipula Revan Dokter yang handal, bertangan dingin, kamu tidak perlu khawatir. Dia pasti akan melakukan yang terbaik untuk putrinya." Aku melirik Juna, "Aku belum cerita kalau Revan datang dan menolong Elea." "Memang, kam