Tiga hari berlalu sejak Edwin sadar dari komanya. Keadaan laki-laki itu sudah jauh lebih stabil dari sebelumnya. Kemampuan berkomunikasinya pun sudah membaik. Hanya saja, hingga saat ini ia masih tidak dapat mengingat apapun tentang masa lalunya. Meskipun demikian, ada hal yang masih dapat Calista syukuri. Setidaknya, Edwin tidak menolak kehadirannya, meski bisa dibilang sikap pria itu padanya sangat dingin. "Orang-orangmu mengantarkan ponselmu. Siapa tahu kamu bosan dan membutuhkannya," ujar Calista sembari mendekat ke tempat tidur Edwin dan memberikan ponsel pria itu. Edwin segera menerimanya. Ia menatap Calista dengan tatapan datar sebelum berucap, "bisakah aku segera pulang?" tanya Edwin. "Sepertinya belum. Dokter belum mengatakan apapun tentang izin kepulanganmu," terang Calista.

