Di dalam sana, tampak seorang laki-laki dengan pakaian rumah sakit dan selimut tipis di tubuhnya, tengah berjuang di antara hidup dan mati. Berbagai selang penyokong kehidupan menempel di tubuhnya. Seakan ia tak akan mampu bertahan tanpa selang-selang itu. Calista menyipitkan matanya. Berusaha memperjelas penglihatannya. Benarkah orang itu adalah... "Edwin?" Tangan kiri Gana mengusap punggung Calista. Setelah tatapan keduanya bertemu, Gana menganggukkan kepalanya sebagai isyarat jika tebakan Calista benar. Laki-laki yang tengah berjuang di antara hidup dan mati di dalam sana adalah Edwin, pria yang dicintai Calista. "Kita tidak boleh masuk. Hanya boleh melihat sampai ke sini," ujae Gana. Calista masih membungkam mulutnya. Namun, sesekali isakan terdengar dari bibirnya. Membuat Gana s

