"Kalau saja bukan karena aku, kamu tidak akan… "Cukup!!!" bentak Devan dengan kerasnya, membuat Dita yang tengah mengintip terkejut mendengar bentakan Devan. "Dengar baik-baik. Jangan lagi meneruskan kalimat tadi, karena kalimat tersebut tidak pantas terlontar dari mulut kotormu itu. Dulu aku memang pernah diajari sopan santun pada orang yang lebih tua dariku, tapi setelah aku tahu orang yang mengajariku sopan santun tidak lebih dari orang yang paling terhina di dunia ini, aku lebih baik menghormati anjing yang tidak pernah menyakiti orang lain termasuk orang terdekatnya. Kau hanya pintar berbicara, tapi kau tidak bisa melakukan semua apa yang kau bicarakan itu. " Ujar Devan tanpa ada sopan santunnya pada orang yang lebih dewasa dari Devan, dan bahkan orang tersebut, orang yang harus De