Pagi itu datang juga ke rumah kontrakan Keizara yang sudah bangun sejak sebelum subuh, meski tubuhnya masih terasa lelah. Dia duduk di tepi kasur kecil di kontrakan mereka, memandangi Syakira yang masih terlelap dengan napas teratur. Ada perasaan campur aduk di dadanya, dia merasa begitu tegang dan khawatir, namun juga tak menutupi bahwa ada semangat yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Hari ini adalah hari pertama dia bekerja, hal yang pernah sempat dia mimpikan, namun pikiran mudanya berkata bahwa pernikahan itu lebih membahagiakan dibandingkan bekerja, dan dia sadari ... bahwa dia salah besar. Menikah tidak hanya menyatukan dua orang dengan akad saja. menikah tak bisa tanpa ilmu dan pengetahuan yang mumpuni. Karena semuanya lebih kompleks dari itu. Keizara kemudian berdiri perl

