Jam dua pagi Gibran bangun saat melihat istrinya membangunkan dirinya dengan wajah yang menahan sakit dan juga keringat yang keluar memenuhi wajahnya. "Mas, sakit." Gumam Starla pelan seraya menggenggam baju suaminya dengan erat. Gibran menggendong istrinya dengan cepat dan berjalan keluar menuruni tangga dengan hati-hati. Kemarin saat memeriksakan kandungan Istrinya yang sudah masuk ke bulan sembilan dokter mengatakan jika dirinya dan juga istrinya di beri waktu untuk memilih antara melahirkan secara normal atau Caesar. Gibran memasukkan istrinya ke mobil belakang dengan hati-hati. Dirinya benar-benar tak pernah membayangkan jika melahirkan akan membuatnya sepanik ini. "Aku panggil mama dulu ya, kamu tenang." Kata Gibran dengan suara yang sedikit terputus-putus karena khawatir terjad

