Gibran menatap ke arah istrinya yang tertidur dengan sangat nyenyak, tangan Gibran bergerak mengelus pipi Starla yang sedikit tiru tidak gembul seperti biasanya itu. "Maaf udah ninggalin kamu sendirian." Gumam Gibran pelan dengan tangan masih bergerak mengelus pipi istrinya. "Tidur yang nyenyak sayang." Ucap Gibran pelan seraya mencium kening istrinya dan ikut terbaring di samping istrinya dengan tangan yang memeluk istrinya. Pagi sekali Gibran sudah bangun dan ada di dapur menyiapkan sarapan untuk Starla. Hari ini weekend dan Gibran memutuskan untuk menemani istrinya di rumah daripada lembur di kantor bersama Ares. Seminggu jauh dari istrinya tentu saja membuat Gibran rindu dan ingin terus menerus bersama istrinya sepanjang waktu. Pukul tujuh pagi Starla membuka matanya dan melirik ke

